ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN
Disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah: Ilmu Pendidikan
Dosen Pengampu: Dian Rif’iyati, M.S.I
Disusun Oleh:
Qurrota ‘Ayuni 2117138
Muhammad Irfan 2117146
Chusni Dwi Yulianti 2117169
Muhammad Hafidzudin 2117275
KELAS D
FAKULTAS TARBIYAH ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PEKALONGAN
2018
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamiin puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan karunia, hidayah, dan juga nikmat yang tak terhingga kepada kita semua, sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini tanpa suatu halangan apapun.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan nabi kita Nabi Agung Muhammad SAW dan semoga kita termasuk umatnya yang mendapatkan syafa’atnya kelak di yaumil akhir.
Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada kedua orangtua kami, dosen pengampu, serta teman-teman seperjuangan yang telah banyak membantu dalam pembuatan makalah ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan juga untuk penulis.
Makalah ini berisi tentang aliran-aliran pendidikan, yaitu: aliran empirisme, aliran nativisme, aliran naturalisme, aliran konvergensi, aliran porigresivisme, dan aliran konstruktivisme.
Kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat kata-kata yang kurang berkenan bagi pembaca, karena kami sadar kami jauh dari kata sempurna.
Pekalongan, Oktober 2018
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan memiliki peran penting bagi masyarakat, pendidikan telah membina dan mengembangkan potensi- potensi manusia untuk bersaing dalam dunia pekerjaan ataupun cara berinteraksi sosial dengan baik. Sejalan dengan ilmu pengetahuan, pendidikan memiliki nuansa perbedaan antara satu daerah dengan daerah yang lain,sehingga banyak bermunculan pemikiran-pemikiran yang dianggap penyesuaian proses pendidikan sebagai kebutuhan yang diperlukan. Para pemikir- pemikir juga memerlukan patokan dasar sebagai lahirnya pemikiran.
Dalam hal ini penulis akan memaparkan beberapa pendapat aliran pendidikan klasik,diantaranya aliran nativisme,empirisme,naturalisme dan konvergensi.
Aliran-aliran pendikan telah dimulai sejak awal hidup manusia,karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yayang lebih baik dari orang tuanya
Dari beberapa penjelasan singkat diatas, selanjutnya kami akan membahas hal-hal diatas secara rinci pada bab pembahasan.
Rumusan Masalah
Apa saja aliran klasik pendidikan ?
Bagaimana gerakan baru pendidikan ?
Apa saja aliran pendidikan yang ada di Indonesia?
Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
Mengetahui aliran klasik pendidikan
Mengetahui gerakan baru pendidikan
Mengetahui aliran pendidikan yang ada di Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
Aliran Klasik Pendidikan
Secara umum, pendidikan diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dan budayamasyarakat. Menurut Tirtarahardja & Sulo aliran-aliran pendidikan telah dimulai sejak awal hidup manusia, karena setiap kelompok manusia selalu dihadapkan dengan generasi muda keturunannya yang memerlukan pendidikan yang lebih baik dari orang tuanya. Aliran- aliran pendidikan dan pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulaidari zaman Yunani kuno sampai kini, dikenal dengan istilah rumpunaliran klasik dan aliran (gerakan) baru. Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah aliran empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi, progresivisme, dan konstruktivisme.
Aliran Empirisme
Empirisme berasal dari kata empire, artinya pengalaman. Tokohutama aliran ini ialah John Locke (1632-1704). Nama asli aliran iniadalah “The School of British Empiricism” (aliran empirisme Inggris).Namun aliran ini lebih berpengaruh terhadap para pemikir AmerikaSerikat, sehingga melahirkan sebuah aliran filsafat bernama“environmentalisme” (aliran lingkungan) dan psikologi bernama“environmental psychology” (psikologi lingkungan) yang relatif masih baru. Selain Locke, terdapat juga ahli pendidikan lain yangmempunyai pandangan hampir sama, yaitu Helvatus, ahli filsafat Yunaniyang berpendapat, bahwa manusia dilahirkan dengan jiwa dan watakyang hampir sama yaitu suci dan bersih. Pendidikan dan lingkunganyang akan membuat manusia berbeda-beda.
Locke memandang bahwa anak yang dilahirkan itu ibaratnya mejalilin putih bersih yang masih kosong belum terisi tulisan apa-apa,karenanya aliran atau teori ini disebut juga Tabularasa, yang berartimeja lilin putih. Masa perkembangan anak menjadi dewasa itu sangatdipengaruhi oleh lingkungan atau pengalaman dan pendidikan yangditerimanya sejak kecil. Pada dasarnya manusia itu bisa didik apa sajamenurut kehendak lingkungan, pengalaman darilingkungan itulah yang menentukan pribadi seseorang. Dalam hal ini, alamlah yang membentuknya.
Pendapat kaum empirisini terkenal dengan nama optimisme paedagogis, karena upaya pendidikanhasilnya sangat optimis dapat mempengaruhi perkembangan anak,sedangkan pembawaan tidak berpengaruh sama sekali.
Aliran ini mengandaikan bahwa pertumbuhan dan perkembanganhidup manusia ditentukan sepenuhnya oleh faktor-faktor pengalamanyang berada di luar diri manusia, baik yang sengaja di desain melaluipendidikan formal maupun pengalaman-pengalaman tidak disengajayang diterima melalui pendidikan informal, non formal, dan alamsekitar. Aliran ini berpendapat bahwa pendidikanlah yang menentukanmasa depan manusia, sedangkan faktor-faktor yang berasal dari dalam,seperti bakat dan keturunan tidak mempunyai pengaruh sama sekalidalam menentukan masa depan manusia.
Menurut Mudyahardjo et al empirisme dipandang sebagaihal yang paling produktif, karena dalam dunia pendidikan lingkunganlahyang berperan besar untuk membentuk potensi dan pengetahuan peserta didik.
Aliran Nativisme
Tokoh aliran nativisme adalah Schopenhauer seorang filusuf Jerman yang hidup pada tahun 1788-1880. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.Aliran nativisme mengesampingkan peranan lingkungan sosial,pembinaan dan pendidikan. Aliran nativisme ini nampaknya begituyakin terhadap potensi batin yang ada dalam diri manusia. Nativisme menganggap pendidikan dan lingkungan boleh dikatakantidak berarti, tidak mempengaruhi perkembangan anak didik, kecualihanya sebagai wadah dan memberikan rangsangan saja. Apabila seoranganak berbakat jahat, maka ia akan menjadi jahat, begitu pula sebaliknya.Apabila seorang anak mempunyai potensi intelektual rendah makaakan tetap rendah.
Pendidikan tidak berpengaruh sama sekali dalam membentuk manusia menjadi baik. Pendidikan tidak bermanfaat sama sekali. Misalnya ; seorang pemuda sekolah menengah mempunyai bakat musik. Fikirannya, perasaannya, kemauannya serta seluruh pribadinya tertuju kepada musik. Ia sanggup dengan penuh nikmat dan gembira dengan mendengarkan musik berjam-jam lamanya. Ia selalu bermain biola atau seruling dengan tidak bosan-bosannya. Orang tuannya selalu menasehati bahkan memarahi. Orang tua menginginkan agar dirinya menjadi insinyur. Hanya karena kerasnya paksaan orang tua dan guru ia terus menjalani sekolahnya. Tapi baru saja ia lepas dari bimbingan orang tua dan guru, ia kembali lagi kepada musik. Mencurahkan hatinya, perasaannya, segala waktu dan tenaganya untuk musiknya tersebut. tidakkah itu bukti, bahwa pendidikan dan lingkungan itu sekali-kali tidak berkuasa? Kata aliran Nativisme.
Aliran Naturalisme
Natur atau natura artinya alam, atau apa yang dibawa sejak lahir.Aliran ini ada persamaannya dengan aliran nativisme. Aliran Naturalisme dipelopori oleh Jean Jaquest Rousseau (1712-1778). Iamengatakan, “Segala sesuatu adalah baik ketika ia baru keluar darialam, dan segala sesuatu menjadi jelek manakala ia sudah berada di tangan manusia ”.
Naturalism mempunyai pandangan bahwa setiap anak yang lahir di dunia mempunyai pembawaan yang baik, namun pembawaan tersebut akan menjadi rusak karena pengaruh lingkungan. Sehingga naturalism sering disebut negativisme. Naturalisme memiliki prinsip tentang proses pembelajaran, bahwa anak didik belajar melalui pengalaman sendiri. Kemudian terjadi interaksi antara pengalaman dengan kemampuan pertumbuhan dan perkembang di dalam diri secara alami.Rousseaue menginginkanperkembangan anak dikembalikan ke alam yang mengembangkan anaksecara wajar karena hanya alamlah yang paling tepat menjadi guru.Rousseau juga berpendapat bahwa jika anak melakukanpelanggaran terhadap norma-norma, hendaklah orang tua atau pendidik tidak perlu untuk memberikan hukuman, biarlah alam yangmenghukumnya. Jika seorang anak bermain pisau, atau bermain apikemudian terbakar atau tersayat tangannya, atau bermain air kemudiania gatal-gatal atau masuk angin. Ini adalah bentuk hukuman alam.Biarlah anak itu merasakan sendiri akibatnya yang sewajarnya dariperbuatannya itu yang nantinya menjadi insaf dengan sendirinya.
Aliran Konvergensi
Tokoh aliran konvergensi bernama William Stern(1871-1939) telah menggabungkan pandangan yang dikenal dengan teori atau alirankonvergensi. Aliran ini ingin mengompromikan dua macam aliran yangeksterm, yaitu aliran empirisme dan aliran nativisme, dimanapembawaan dan lingkungan sama pentingnya, kedua-duanya samaberpengaruh terhadap hasil perkembangan anak didik.
Aliran konvergensi menyatakan bahwa pembawaan tanpadipengaruhi oleh faktor lingkungan tidak akan bisa berkembang,demikian juga sebaliknya. Potensi yang ada pada pembawaan dariseorang anak akan berkembang ketika mendapat pendidikan danpengalaman dari lingkungan. Perkembangan jiwaseseorang tergantung pada bakat sejak lahir dan lingkungannya,khususnya pendidikan. Peran pendidikan adalah memberi pengalamanbelajar agar anak dapat berkembang secara optimal. Menurut alirankonvergensi perkembangan pribadi merupakan hasil proses kerjasamaantara potensi hereditas (internal) dan lingkungan (eksternal).
Aliran Progresivisme
Tokoh aliran progresivisme adalah John Dewey. Aliran ini berperndapat bahwa manusia mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah yang bersifat menekan, ataupun masalah-masalah yang bersifat mengancam dirinya.
Aliran ini memandang bahwa peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan. Hal itu ditunjukkan dengan fakta bahwa manusia mempunyai kelebihan jika disbanding makhluk lain. Manusia memiliki sifat dinamis dan kreatif yang didukung oleh kecerdasannya sebagai bekal menghadapi dan memecahkan masalah.
Aliran Konstruktivisme
Gagasan pokok aliran ini diawali oleh Giambatista Vico, seorang epistermiolog Italia. Ia mengatakan bahwa tuhan adalah pencipta alam semesta dan manusia adalah tuan dari ciptaan. Maksudnya, tuhan yang dapat mengetahui segala sesuatu karena dia pencipta segala sesuatu itu. Manusia hanya dapat mengetahui sesuatu yang dikonstruksikan tuhan.
Aliran ini menegaskan bahwa pengetahuan mutlak diperoleh dari hasil konstruksi kognitif dalam diri seseorang, melalui pengalam yang diterima lewat pancaindra.
Pengaruh Aliran Klasik terhadap pemikiran dan Praktek Pendidikan
Aliran pendidikan klasik mulai dikenal di Indonesia melalui upaya-upaya pendidikan, utamanya persekolahan, dari penguasa penjajah Belanda dan disusul dengan orang-orang Indonesia yang bersekoah di Belanda.
Upaya penciptaan lingkungan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan itu diusahakan secara optimal. Dengan kata lain, pandangan empirisme dan nativisme tidak sepenuhnya ditolak. Tetapi penerimaan itu dilakukan dengan pendekatan elektif fungsional yakni diterima sesuai dengan kebutuhan, namun dalam latar pandangan yang konvergensi.
Gerakan Baru Pendidikan
Pengajaran Alam Sekitar
Aliran pendidikan yang mendekatkan anak dengan sekitarnya adalahgerakan pengajaran alam sekitar yang dirintis oleh Fr. A. Finger denganheimatkunde (pengajaran alam sekitar) di Jerman, J. Ligthart di Belandadengan Het Volle Leven (kehidupan senyatanya).Konsep pengajaran alam sekitar diilhami oleh kata-kata yang dipetik dari Emmanuel Kant: “Pengertian tanpa pengamatan adalah kosong dan pengamatan tanpa pengertian adalah buta.” Hal ini berarti bahwa antara pengamatan dengan dan pengertian harus terjalin hubungan yang saling menunjang dan saling memperkuat.Artinya manusia hendaknya mampu memanfaatkan lingkungannya.Pengajaran alam sekitar ini dinamakan “Pengajaran barang sesungguhnya”.
Langkah-langkah pokok pengajaran ini ialah menetapkan tujuan, mengadakan persiapan, melakukan pengamatan, dan mengolah apa yang diamati.Keuntungan Pengajaran Alam Sekitar adalah:
Menentang verbalisme dan intelektualisme
Dapat membangkitkan perhatian spontan dari anak -anak untuk melakukan kegiatan dengan sepenuh hati.
Anak-anak selalu didorong untuk aktif dan kreatif
Bahan yang diajarkan dapat mempunyai nilai praktis bagi anak-anak
Pengajaran alam sekitar ini dinamakan “Pengajaran barang sesungguhnya”.
Pengajaran Pusat Perhatian
Pengajaran pusat perhatian didasarkan alam sekitar yang objek-objek pengamatannya dititik-beratkan pada sesuatu pusat tertentu, yaitu hal-hal yang menarik perhatian manusia dalam menjalani perkembangan hidupnya.
O. Declroy (1871-1932) seorang ahli pendidikan bangsa Belgia yang menjadi tokoh pengajaran pusat perhatiahan mengaitkan kebutuhan anak dengan dua minat, yaitu:
a. Minat terhadap diri sendiri itu dapat kita bedakan menjadi:
Dorongan mempertahankan diri,
Dorongan mencari makan dan minum dan
Dorongan memelihara diri.
Sedangkan minat terhadap masyarakat ialah:
Dorongan sibuk bermain-main.
Dorongan meniru orang lain.
Sekolah Kerja
Aliran ini memandang penting antara seorang individu dengan masyarakat dalam menunjang proses pendidikan,dalam hal ini pendidikan harus seimbang yaitu untuk kepentingan individu dan untuk kepentingan masyarakat, bagi seorang individu harus di bina agar dirinya dapat berkembang secara penuh menyumbangkan kepandaian, kecakapan dan kemampuannya untuk kepentingan masyarakat, dan sebaliknya masyarakat harus rela menyediakan sesuatu agarsetiap warganya dapat mencapai tingkat perkembangan yang setinggi- tingginya.
Pengajaran Proyek
W.H Kalipatrik (1871) yang menyelenggarakan suatu sistem pengajaran proyek prinsip dasarnya bahwa pengajaran itu harus aktif ilmiah dan memasyarakat.Proyek pada dasarnya adalah tugas yang harus dipecahkan melalui suatu rencana dan penyelenggaraan kegiatan secara baik. Berikut langkah-langkah Pokok Pengajaran Proyek yaitu :
Persiapan.
Kegiatan Belajar.
Penilaian.
Project Based Learning adalah sebuah model atau pendekatanpembelajaran yang inovatif, yang menekankan belajar kontekstual melaluikegiatan-kegiatan yang kompleks. Fokus pembelajaran terletak padakonsep-konsep dan prinsip-prinsip inti dari suatu disiplin studi,melibatkan pebelajar dalam investigasi pemecahan masalah dan kegiatantugas-tugas bermakna yang lain, memberi kesempatan pebelajar bekerjasecara otonom mengkonstruk pengetahuan mereka sendiri, dan mencapaipuncaknya menghasilkan produk nyata.
Menurut Husamah (2013) kegiatan siswa dapat dikelompokkan tiga kategori aktifitas individu, aktivitas dalam kelompok, dan aktivitasantar-kelompok. Aktivitas di dalam kategori yang ketiga ini dilaksanakanoleh individu atau kelompok siswa.
Secara Individual
Setiap individu pelajar mempunyai kebutuhan yang tidak perlu samadalam suatu kelompok. Tiap-tiap pelajar mempunyai kemampuan yang berbeda, pendekatan belajar, dan penyelesaian tugas.
Di dalam Kelompok
Ketika seseorang bekerja di dalam kelompok, para siswa harus bekerja sama. Kerja sama berlangsung dalam wujud aktifitas dasar seperti: brainstorming, diskusi, melakukan editing dokumen secara bersama- sama, sinkronisasi komunikasi lewat audio, video, atau text, menata dokumen kelompok, task scheduling, dan peer assessment.
Antar Kelompok
Para siswa menyelesaikan aktivitas lain dalam bentuk berbagi informasi dan pengetahuan dengan kelompok lain. Contoh aktivitas ini adalah: presentasi, peer reviews, memberikan kontribusi pada forum diskusi.
“Aliran” Pendidikan Indonesia
Pada jaman penjajahan Belanda telah terdapat upaya-upaya pendiriandan pelaksanaan lembaga-lembaga pendidikan tertentu. Olehpemerintahan kolonial pada waktu itu masalah pendidikan dianggappenting sehingga dimasukkan dalam Undang-Undang Tahun 1848. Pembukaan lembaga-lembaga pendidikan itu,sebagaimana dikatakan oleh seorang tokoh Belanda, adalah untuk“membentengi Belanda dari “vulcano Islam”. Pada tahun 1867 pemerintahkolonial membentuk departemen sendiri untuk masalah mendidikan,yaitu yang disebut Departeman Pendidikan, Agama, dan Industri.
Mengingat ciri-ciri pendidikan yang diselenggarakan pemerintahkolonial Belanda yang tidak memungkinkan bangsa Indonesia untukmenjadi cerdas, bebas, bersatu, dan merdeka, maka kaum pergerakansemakin menyadari bahwa pendidikan yang bersifat nasional harussegera dimasukkan ke dalam program perjuangannya. Lahirlah sekolah-sekolah partikelir (perguruan nasional)yang diselenggarakan para perintis kemerdekaan. Sekolah-sekolah itumula-mula bercorak dua: 1) Sekolah-sekolah yang sesuai haluan politik,seperti yang diselenggarakan oleh: Ki Hadjar Dewantara (Taman Siswa),Dr. Douwes Dekker atau Dr. Setyabudhi (Ksatrian Institut), MohammadSjafe’i (INS Kayutanam) dan sebagainya. 2) Sekolah-sekolah yang sesuaituntutan agama (Islam), seperti yang diselenggarakan oleh:Muhammadiyah (dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan), Nahdlatul Ulama(dipelopori oleh KH. Hasyim Asy’ari), Sumatera Tawalib diPadangpanjang, dan lain sebagainya.
Perguruan Kebangsaan Taman Siswa
Didirikan oleh R.M. Soewardi Soerjaningrat, atau lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara. Perguruan Kebangsaan Taman Siswa didirikan pada tahun 1921 atau tahun Caka 1852 yang memiliki semboyan “Lawan Sastra Ngesti Mulia”.Setahun kemudian pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta muncul organisasi baru benama Persatuan Taman Siswa yang memiliki semboyan “Suci Tata Ngesti Tunggal”.Ki Hajar Dewantara adalah tokoh politik penentang penjajah Belanda yang mengutamakan gerakannya di bidang pendidikan nasional.
Konsep Pendidikan Taman Siswa
Menurut Suprayoko (2006) ada tujuh konsep pendidikan dalampandangan Taman siswa, yaitu:
Pendidikan adalah Badan Perjuangan
Anti Intelektualisme
Asas Pancadarma
Tujuan Pendidikan
Konsep Tringa.
Sistem Among.
Kerjasama.
Asas-Asas Taman Siswa
Menjadi hak seseorang untuk mengatur dirinya sendiri dengan mengingat tertibnya persatuan.
Pengajaran harus membimbing anak menjadi manusia yang merdeka.
Pendidikan harus didasarkan atas kebudayaan bangsa sendiri tanpa mengesampingkan kebudayaan bangsa-bangsa lain.
Pedidikan harus merata untuk seluruh rakyat.
Taman siswa harus hidup dan berkembang dengan kekuatan sendiri.
Pendidik harus berhamba pada anak atas dasara sikap tanpa pamrih.
Ruang Pendidik INS Kayutanam
INS didirikan pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayutaman Sumatera Barat oleh Moh.Syafei.Adapun asas dan tujuan dari INS adalah:
Asas dari INS, ada lima yaitu:
Berpikir logis dan rasional
Keaktifan atau kegiatan.
Pendidikan masyarakat.
Memperhatikan pembawaan anak
Menentang intelektualisme.
Tujuan dari INS, sebagi berikut:
Mendidik rakyat kearah kemerdekaan
Memberi pendidikak yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat
Menanamkan kepercayaan kepada diri sendiri dan berani bertanggung jawab
Berusaha untuk dapat berdiri sendiri dan tidak bersedia menerima bantuan dari orang lain yang mengurangkan kebebasan.
Sebagai seorang pejuang Moh. Syafei menekankan bahwa Indonesia harus memiliki watak yang merdeka, dengan memberikan alat yang akan menyadarkannya. Dengan dasar konsepsi tersebut INS didirikan dengan memakai system sekolah kerja yang kreatif, untuk ini sekolah menyediakan sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya fasilitas pendidikan yang dapat menampung pengembangan bakat anak sesuai dengan kodrat lahir dan batin.Kegiatan pendidikan di INS meliputi bidang-bidang berikut :
Bidang pendidikan Keterampilan.
Bidang Pertanian.
Bidang Karya seni.
Pendidikan manajemen.
Gerakan Pendidikan Muhammadiyah
Muhammadiyah lahirdiprakarsai oleh KH. Ahmad Dahlan. Beliau lahir pada tanggal 1 Agustus 1868di Kampung Kauman Yogyakarta.
Tujuanpendidikan Muhammadiyah dapat diperjelas antara lain sebagai berikut:
Untuk membentuk pribadi berakhlak mulia.
Sebagai persiapan bekal menuju kehidupan dunia dan akhirat.
Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi manfaat.
Menumbuhkan semangat ilmiah bagi para pelajar.
Menyiapkan pelajar dari segi profesi dan teknik agar dapat menguasai profesi atau ketrampilan tertentu.
Menumbuhkan potensi dan bakat asal pada anak didik.
Menumbuhkan kesadaran manusia untuk mengabdi, dan takut kepada Allah.
Menguatkan ukhuwah islamiyah dikalangan kaum muslim.
Untuk mencapai keridhaan Allah, menjauhkan murka dan siksaan-Nya serta melaksanakan pengabdian yang tulus ikhlas kepada-Nya.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Aliran- aliran pendidikan dan pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai dari zaman Yunani kuno sampai kini, dikenal dengan istilah rumpunaliran klasik dan aliran (gerakan) baru. Aliran-aliran klasik yang dimaksud adalah aliran empirisme, nativisme, naturalisme, dan konvergensi, progresivisme, dan konstruktivisme.
Kemudian ada gerakan baru pendidikan meliputi ; pengajaran alam sekitar, pengajaran pusat perhatian, sekolah kerja, dan pengajaran proyek. Lalu ada yang macam-macam aliran pendidikan di Indonesia ; 1) Sekolah-sekolah yang sesuai haluan politik,seperti yang diselenggarakan oleh: Ki Hadjar Dewantara (Taman Siswa),Dr. Douwes Dekker atau Dr. Setyabudhi (Ksatrian Institut), MohammadSjafe’i (INS Kayutanam) dan sebagainya. 2) Sekolah-sekolah yang sesuai tuntutan agama (Islam), seperti yang diselenggarakan oleh:Muhammadiyah (dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan), Nahdlatul Ulama(dipelopori oleh KH. Hasyim Asy’ari), Sumatera Tawalib di Padang panjang, dan lain sebagainya.
Saran
Untuk penulis sendiri pada khususnya dan juga khalayak ramai pada umumnya, setelah kita semua mengetahui berbagai macam aliran-aliran dalam dunia pendidikan, ketika kita terjun dalam dunia pendidikan, kita dapat menentukan dan menerapkan aliran-aliran yang pas kita gunakan sesuai situasi dan kondisi. Kemudian dengan adanya gerakan baru juga dapat membuat kita lebih kreatif lagi dalam berinovasi memajukan pendidikan yang ada di negara kita, Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Husamah, Arina Restiana, dan Rohmad Widodo. 2015. Pengantar Pendidikan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.
Kadir, Abdul dkk. 2006. Dasar-Dasar Pendidikan. Yogyakarta: Gajahmada University Press.
Abu Ahmadi, Haji dan Nur Uhbiyati. 2015. Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Umar Tirtarahardja dan La Sula. 2000. Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
https://www.academia.edu/9277021/Makalah_Aliran-aliran_Pendidikan, di akses pada tanggal 28 September 2018 jam 20.36