Thursday, June 20, 2019

MAKALAH PENGELOLAAN KELAS

MAKALAH PENGELOLAAN KELAS
Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan
Dosen Pengampu : Triana Indrawati, M.A


 Disusun Oleh :
1. Farkhatuttadzkiroh : 2117065
2. Sari Astuti : 2117117
3. Rizki Puja Aprilian : 2117126
4. Festi Alfon Faninda : 2117259
5. Muthoharoh : 2117357

KELAS E

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PEKALONGAN Th. Ajaran 2018/2019


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah swt. Atas izin-Nya makalah yang berjudul “Pengelolaan kelas” ini dapat diselesaikan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad saw,sahabatnya,keluarganya, dan umatnya hingga akhir zaman.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kami sudah berusaha menyusun makalah ini selengkap mungkin. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Triana Indrawati, M.A . Yang telah memberikan tugas kepada kami. Kami juga menerima saran dan kritik dari pembaca guna penyempurnaan penulisan makalah mendatang. Akhirnya, makalah ini diharapkan bisa bermanfaat dan membantu mahasiswa dalam menambah wawasan dan pengetahuan. Amin yaa rabbal ‘alamin.

Pekalongan, Oktober 2018

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
     Sekolah adalah anak didik. Tugas utama pendidik(guru) adalah mengusahakan agar setiap anak didik dapat belajar dengan efektif baik secara individual ataupun secara kelompok. Mereka patut merasa betah atau merasa senang belajar di sekolah dan mereka dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi.
Penampilan fisik kelas yang anak-anak tinggali setiap harinya nampak kurang kondusif atas penciptaan kondisi belajar yang diinginkan. Berubah menjadi lebih baik, lebih bermutu dan lebih menyenangkan anak-anak.
Presentasi dan diskusi melalui naskah ini, diharapkan mendorong para peserta pelatihan memperoleh pemaknaan kembali mengenai arti pentingnya pengelolaan kelas sebagai pendukung terjadinya gairah proses belajar dan pencapaian prestasi belajar yang tinggi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pengelolaan kelas ?
2. Apa peranan guru dalam pengelolaaan kelas ?
3. Apa perlunya strategi pengelolaan kelas? 4. Apa tujuan dari pengelolaan kelas ?
5. Apa saja prinsip-psinsip pengelolaan kelas?
6. Pendekatan apa saja yang ada dalam pengelolaan kelas?
7. Apa saja kegagalan dalam pengelolaan kelas?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pengelolaan kelas.
2. Untuk mengetahui peranan guru dalam pengelolaan kelas.
3. Untuk mengetahui perlunya strategi pengelolaan kelas.
4. Mengetahui tujuan pengelolaan kelas.
5. Mengetahui prinsip-prinsip pengelolaan kelas.
6. Mengetahui pendektn dalam pengelolaan kelas.
7. Mengetahui kegagalan yang dalam pengelolaan kelas.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pengelolaan Kelas
     Kata “pengelolaan” yang identik dengan manajemen berasal dari bahasa Latin yaitu manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja manager yang artinya menangani.
Manager diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage, untuk melakukan kegiatan manajemen titik akhirnya manajemen diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan.
Suharsimi mengatakan bahwa manajemen atau pengelolaan adalah pengadministrasian, pengaturan, atau penataan suatu kegiatan. Secara umum manajemen adalah suatu kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar yang didalamnya mencakup pengaturan siswa dan fasilitas, yang dikerjakan mulai terjadinya kegiatan pembelajaran di dalam kelas sampai berakhirnya pembelajaran di dalam kelas.
Adapun pengertian umum mengenai kelas yaitu sekelompok siswa pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula titik menurut Oemar Hamalik (1987), kelas adalah suatu kelompok yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari guru.
Definisi pengelolaan kelas atau manajemen kelas yang dipetik dari informasi pendidikan nasional adalah sebagai berikut: Pengelolaan kelas yang bersifat otoritatif yaitu seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas titik untuk itu disiplin sangat diutamakan. Pengelolaan kelas yang bersifat permisif titik pandangan ini menekankan bahwa tugas guru adalah memaksimalkan perwujudan kebebasan siswa titik guru membantu siswa untuk merasa bebas melakukan hal yang ingin dilakukannya.
Pengelolaan kelas yang berdasarkan prinsip-prinsip pengubahan tingkah laku yaitu seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku siswa yang diinginkan dan mengurangi atau menghapuskan tingkah laku yang tidak diinginkan titik secara singkat guru membantu siswa dalam mempelajari tingkah laku yang tepat melalui penerapan prinsip-prinsip yang diambil dari teori penguatan (reinforcement).
Pengelolaan kelas sebagai proses penciptaan iklim Sosio emosional yang positif di dalam kelas titik pandangan ini mempunyai anggapan dasar bahwa kegiatan belajar akan berkembang secara maksimal di dalam kelas yang beriklim positif yaitu suasana hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan hubungan siswa antar siswa.
Untuk terciptanya suasana seperti ini guru memegang peranan kunci yaitu mengembangkan iklim sosio-emosional kelas yang positif melalui pertumbuhan hubungan interpersonal yang sehat dengan demikian pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif.
Pengelolaan kelas bertolak dari anggapan bahwa kelas merupakan sistem sosial dengan proses kelompok sebagai intinya. Dalam kaitan ini terdapat anggapan dasar bahwa pengajaran berlangsung dalam kaitanya dengan satu kelompok.
Dengan demikian kehidupan kelas sebagai sekelompok dipandang mempunyai pengaruh yang sangat berarti terhadap kegiatan belajar meskipun belajar dianggap sebagai proses individual. Peranan guru adalah mendorong berkembangnya dan prestasinya sistem kelas yang efektif. Dengan demikian pengelolaan kelas adalah seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi kelas yang efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang dengan sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar di kelas.
Pengelolaan kelas sangat berkaitan dengan upaya upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (penghentian perilaku peserta didik yang menyelewengkan kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif) di dalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas yang ada.
Dalam pengelolaan kelas terdapat dua komponen yang sangat penting yaitu guru dan siswa. Guru dalam menjalankan fungsinya tidak hanya bertindak sebagai pemateri materi pelajaran tetapi juga dapat berfungsi sebagai pengelola atau “manajer” kelas. Adapun siswa ditempatkan tidak hanya sebagai objek yang menjadi sasaran pembelajaran tetapi juga dapat diposisikan sebagai subjek yang dinamis dan ikut dilibatkan dalam proses atau kegiatan pengelolaan kelas.
B. PERAN GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS
    Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Tak ada guru, tak ada pendidikan, tidak proses pencerdasan, tanpa proses pencerdasan yang bermakna. Peranan guru sangat penting dalam pendidikan.
Baik buruknya suatu pendidikan dipengaruhi oleh bagaimana seorang guru dapat menyampaikan atau mengajarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan yang mampu membawa peserta didik mewujudkan cita-citanya, baik untuk dirinya, keluarga, masyakarat dan bangsanya.
Terkait dengan pentingnya peran seorang guru, maka seorang guru harus memiliki berbagai kemampuan, tidak hanya kemampuan akademik yang harus dimiliki oleh seorang guru mempunyai kemampuan untuk memotivasikan peserta didik, agar mau belajar yang nantinya akan meningkatkan prestasi serta cita-cita peserta didik.
Guru merupakan factor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan , karena guru memegang peranan dalam proses pembelajaran, dimana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan keseluruhan.
Ada peranan guru menurut pendapat para ahli berikut yang dikutip dalam buku Sardiman adalah: Prey katz menjelaskan peranan guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nasihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai orang yang menguasai bahan yang diajarkan. Havighurst menjelaskan peranan guru disekolah sebagai pegawai (employee) dalam hubungan kedinasan, sebagai bawahan(subordinate) terhadap atasannya, sebagai kolega dalam hubungannya dengan teman sejerawat, sebagai mediatora dalam hubungannya dengan anak didik, sebagai pengatur disiplin, evaluator dan penganti orang tua.
James W. brow mengemukakan bahwa tugas dan peranan guru anatara lain menguasai dan mengembangkan materi pelajaran, merencana dan mempersiapkan pelajaran sehari-hari, mengontrol dan mengevaluasi kegiatan siswa.
C. PERLUNYA STRATEGI PENGELOLAAN KELAS
    Manajemen kelas yang efektif akan memaksimalkan kesempatan pembelajaran murid. Para pakar dalam manajemen kelas melaporkan bahwa ada perubahan dalam pemikiran tentang cara terbaik untuk mengelola kelas.
Pandangan lama menekankan pada penciptaan dan pengaplikasian aturan untuk mengontrol tindak tunduk murid. Pandangan yang baru memfokuskan pada kebutuhan murid untuk mengembangkan hubungan dan kesempatan untuk menata diri.
Menejemen kelas yang mengorientasikan murid pada sikap pasif dan patuh pada aturan ketat dapat mengorientasikan murid pada sikap yang pasif dan patuh pada aturan ketat dapat melemahkan keterlibatan murid dalam pembelajaran aktif, pemikiran, dan kontruksi pengetahuan sosial.
Tren baru dalam manajemen kelas lebih menekankan pada bimbingan murid untuk menjadi lebih mau berdisiplin diri dan tidak terlalu menekankan pada control eksternal atas diri murid. Secara historis, dalam menejemen kelas, guru dianggap sebagai pengatur.
Dalam tren yang lebih menekankan pada pelajar, guru lebih dianggap sebagai pemandu, coordinator, dan fasilitator. Model menejemen kelas yang baru bukan mengarah pada mode permisif. Penekanan pada perhatian dan regulasi diri murid bukan berarti guru tak bertanggung jawab atas apa yang terjadi di kelas.
Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar tercapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Pengelolaan kelas meliputi dua hal yakni: Pengelolaan yang menyangkut siswa Pengelolaan fisik (ruangan, prabot, alat pelajaran).
D. TUJUAN PENGELOLAAN KELAS
     Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak dikelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efesiens.
Menurut Sudirman dalam Djamarah tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada siswa.
Tujuan Pengelolaan Kelas Menurut Ahmad bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah sebagai berikut: Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai denganlingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.
Tujuan pengelolaan kelas menurut Arikunto berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Sebagai indicator dari sebuah kelas yang tertib apabila; setiap anak terus bekerja,tidak macet,artinya tidak ada anak yg terhenti karena tidak tau akan tugas yang di lakukan atau tidak dapat melakukan tugasyang di berikan kepadanya.
setiap anak terus melakukan pekerjaantanpa membuang waktu,artinya setiap anak akan bekerja secepatnya agar lekas menyelesaikan tugas yang di berikan kepadanya.apabila ada anak yang walaupun tahu dan dapat melaksanakan tugasnya ,tetapi mengerjakanya kurang bergairah dan mengulur waktu bekerja, maka kelas tersebut dikatakan tidak tertib. E. PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS       “secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu: faktor intern dan ekstern siswa.” Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi, pikiran dan perilaku.
Kepribadian siswa dengan ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya secara individual. Perbedaan secara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual dan psikologis. Faktor ektern siswa terkait dengan masalah suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah siswa dan sebagainya.
Masalah jumlah siswa dikelas akan mewarnai dinamika kelas. Djamarah menyebutkan “dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat dipergunakan prinsip-prinsip pengelolaan kelas sebagai berikut: Hangat dan antusias Hangat dan antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada aktivitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
Tantangan Penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang mentang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang. Bervariasi Pengguanaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswaa.
Kevariasian ini merupakan kunci untuk tercapainya pengelolaan kelas yang efektif menghindari kejenuhan Keluwesan Keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.
Keluwesan pengajaran dapat mencegah munculnya gangguan seperti keributan siswa, tidak ada perhatian, tidak mengerjakan tugas dan sebagainya. Penekanan pada hal-hal yang positif Pada dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negative. Penanaman disiplin diri Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri dan guru sendiri hendaknya meenjadi teladan mengendalikan diri dan pelaksanaan tanggung jawab.
Jadi, guru harus disiplin dalam segala hal bila ingin anak didiknya ikut berdisiplin dalam segala hal. prinsip penataan kelasyang dapat anda pakai untuk menata kelas anda: kurangi kepadatan di tempat lalu-lalang.
Pastikan bahwa anda dapat dengan mudah melihat semua murid. Materi pengajaran dan pelengkapan murid harus mudah di aksess. Pastikan murid dapat dengan mudah melihat semua presentasi kelas. F. PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS
Pendekatan Kekuasaan Peranan guru disini adalah menciptkan dan mempertahankan situasi disiplin kelas. Guru perlu menekankan pentingnya peserta didik untuk menaati peraturan yang telah dibuat sebelumnya. Berbagai peraturan itu ibaratnya adalah “penguasa” yang wajib untuk ditaati.
Alangkah lebih baik jika sebelum memulai mengajar, guru membuat kesepakatan-kesepakatan dengan peserta didik mengenai keharusan untuk menaati aturan. Namun, tak hanya peserta didik, guru juga harus konsisten mengikuti segala peraturan yang ditetapkan.
Pendekatan Ancaman Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini, pengelolaan kelas juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku peserta didik. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku peserta didik dilakukan dengan cara memberikan ancaman, misalnya, melarang, ejekan, sindiran, dan memaksa.
Ancaman disini sepatutnya tidak dilakukan sesering mungkin dan hanya diterapkan manakala kondisi kelas sudah benar-benar tidak dapat dikendalikan. Pendekatan Kebebasan Pengelolaan diartikan sebagai suatu proses untuk membantu peserta didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan dan dimana saja.
Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan peserta didik, selama hal itu tidak menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Pendekatan Resep Pendekatan resep (cook book) ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapat menggambarkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh dikerjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi di kelas. Disamping itu, akan sangat baik jika guru meminta peserta didik untuk mengemukakan hal-hal yang mereka sukai dari proses pembelajaran. Semua komentar peserta didik hendaknya diperhatikan baik-baik, untuk kemudian diaplikasikan dalam tindakan nyata. Pendekatan Pembelajaran Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku peserta didik yang kurang baik.
Peranan guru adalah merencanakan dan mengimplementasikan pelajaran yang baik. Oleh karena itu buatlah perencanaan pembelajaran yang matang sebelum masuk kelas dan patuhilah tahapan-tahapan yang sudah dibuat sebelumnya.
Hiindari kebiasaan mengajar dengan apa adanya, apalagi tanpa perencanaan yang matang. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behavior modivication approach) ini bertolak dari sudut pandang Psikologi Behavioral yang mengemukakan asumsi sebagai berikut:
a. Semua tingkah laku yang baik dan yang kurang baik merupakan hasil proses belajar.
b. Di dalam proses belajar terdapat proses psikologis yang fundamental berupa penguatan positif (positive reinforcement), hukuman, penghapusan (extenction) dan penguatan negatif (negative reinformcement).
Pendekatan Suasana Emosi dan Hubungan Sosial Pendekatan pengelolaan kelas berdasarkan suasana perasaan dan suasana sosial (socio-emotional climate approach) di dalam kelas sebagai kelompok individu cenderung pada pandangan psikologi klinis dan konseling (penyuluhan).
Menurut pendekatan ini pengelolaan kelas merupakan suatu proses menciptakan iklim atau suasana emosional dan hubungan sosial yang positif dalam kelas. Suasana emosional dan hubungan sosial yang positif, artinya ada hubungan yang baik dan positif antara guru dengan peserta didik, atau antara peserta didik dengan peserta didik.
Di sini guru adalah kunci terhadap pembentukan hubungan pribadi itu, dan peranannya adalah menciptakan hubungan pribadi yang sehat. Pendekatan Proses Kelompok Pendekatan kerja kelompok dengan model ini membutuhkan kemampun guru dalam menciptakan momentum yang dapat mendorong kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang produktif.
Disamping itu, pendekatan ini juga mengharuskan guru untuk mampu menjaga kondisi hubungan antar kelompok agar dapat selalu berjalan dengan baik. Pendekatan Elektis atau Pluralistik Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas, kreativitas, dan inisiatif wali/ guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistic, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi yang memungkinkan kegiatan pembelajaran berjalan efektif dan efisien.
G. KEGAGALAN PENGELOLAAN KELAS
    Doyle berpendapat bahwa hal-hal yang menyebabkan pengelolaan kelas tidak mudah tertera seperti dibawah ini: Berdimensi Banyak (Multidimensionality) Di kelas guru dituntut untuk melaksanakan berbagai tugas yang meliputi tugas-tugas akademikserta tegas penunjangnya.
Yakni tugas-tugas administrative Serentak (Simultaneity) Berbagai hal dapat terjadi pada waktu yang sama dikelas yang satupun tidak dapat ditunda. Misalnya saat diskusi guru harus mendengarkan, mengarahkan, serta membantu siswa yang kurang efektif dalam kegiatan.
Segera (immediacy) Dengan waktu yang cepat guru harus membaginya sedemikian hingga cukup efektif menghasilkan sesuatu yang dikuasai oleh siswa. Iklim kelas yang tidak dapat diramalkan terlebih dahulu Doyle menyatakan bahwa iklim kelas bukan semata-mata dari guru tetapi banyak faktor yang mempengaruhi dan terjadi secara tiba-tiba. Ketika ada pencuri masuk ke halaman sekolah.
Seketika suasana sekolah berubah tidak menentu. Dikelas siswa tidak dapat menerima pelajaran dengan tenang.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengelolaan kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang dengan sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar di kelas.
Baik buruknya suatu pendidikan dipengaruhi oleh bagaimana seorang guru dapat menyampaikan atau mengajarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan yang mampu membawa peserta didik mewujudkan cita-citanya, baik untuk dirinya, keluarga, masyakarat dan bangsanya.
Pengelolaan kelas meliputi dua hal yakni pengelolaan yang menyangkut siswa dan pengelolaan fisik (ruangan, prabot, alat pelajaran). Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak dikelas itu dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efesiens.
Secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu:
Faktor intern dan ekstern siswa.
Saran Demikianlah makalah ini kami susun, kami menyadari dalam penulisaan makalah ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun kami perlukan untuk menyempurnakan makalah ini dan makalah yang akan kami buat selanjutnya. Semoga bermanfaat bagi pembacanya.

DAFTAR PUSTAKA
1. Asih. 2016. Strategi Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia Mursalin, dkk. 2017. "Peran Guru Dalam Pelaksanaan Manajemen Kelas di Gugus Bungong Seulanga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh”. Ilmiah Pendidikan Gurub Sekolah Dasar. Vol. 2 No. 1, FKIP Unsiyah 
3. Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Grup
4. Arikunto, Suharsimi. 1986. Pengelolaan Kelas dan Siswa. Yogyakarta: Departemen pendidikan dan kebudayaan
5. El Hilali, Husni. 2012. Pentingnya Pengelolaan Kelas Dalam Pembelajaran. Edu-Bio, Vol. 3
6. Zahroh, Lailatu. 2015. Pendekatan Dalam Pengelolaan Kelas, Tasyri’ Vol. 22, Nomor 2, Oktober.

No comments:

Post a Comment